Pendidikan di Singapura dikelola oleh Departemen Pendidikan yang bertugas untuk mengontrol perkembangan dan administrasi pendanaan sekolah negeri oleh pemerintah serta menjadi penasehat dan pengawas sekolah swasta. Untuk sekolah swasta dan negeri, terdapat variasi dalam hal kurikulum, bantuan pendanaan dari pemerintah, SPP untuk siswa, dan kebijakan seleksi masuk.

Anggaran untuk pendidikan biasanya sekitar 20 persen dari APBN tahunan, dimana itu digunakan untuk mensubsidi pendidikan negara dan pendidikan swasta bagi warga Singapura serta untuk dana program Edusave. Biaya pendidikan biasanya lebih tinggi bagi non-warga negara. Pada tahun 2000, Undang-Undang Pendidikan Wajib mewajibkan anak-anak usia sekolah dasar (kecuali mereka yang menyandang cacat). Orangtua akan dikenakan tindak pidana jika mereka gagal mendaftarkan anaknya di sekolah dan memastikan kehadiran anaknya. Pengecualian diperbolehkan untuk homeschooling atau lembaga keagamaan, tetapi orangtua harus mengajukan permohonan pembebasan dari Departemen Pendidikan dan memenuhi beberapa persyaratan minimum.

Pendidikan di Singapura[6]

Bahasa utama yang digunakan sekolah Singapura saat proses belajar mengajar adalah bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah bahasa pertama yang dipelajari oleh separuh anak-anak pada usia prasekolah dan menjadi bahasa utama dalam proses belajar mengajar saat mencapai sekolah dasar. Meskipun bahasa Melayu, bahasa Mandarin, dan bahasa Tamil juga merupakan bahasa resmi, bahasa Inggris tetap menjadi bahasa pengantar untuk hampir semua mata pelajaran kecuali pelajaran bahasa asing, meskipun ada ketentuan untuk penggunaan bahasa Inggris pada tahap awal. Beberapa sekolah untuk menengah kebawah yang dikelola oleh Rencana Bantuan Khusus, mendorong penggunaan bahasa ibu dan terkadang mengajar dengan bahasa Mandarin. Beberapa sekolah telah bereksperimen dengan kurikulum yang mengintegrasikan pelajaran bahasa (baik bahasa Inggris maupun bahasa asing) dengan matematika dan ilmu pengetahuan.

Sistem pendidikan di Singapura sering disebut sebagai yang terkemuka di dunia dan mendapat banyak pujian dari banyak pihak.

1. Sejarah Pendidikan di Singapura

Sir Thomas Stamford Raffles mendirikan Institut Singapura (sekarang dikenal sebagai Institut Raffles) pada tahun 1823, yang memulai pendidikan di Singapura yang berada dibawah kekuasaan Inggris. Kemudian, terdapat tiga jenis sekolah muncul di Singapura yaitu sekolah Melayu, sekolah Tionghoa dan Tamil, dan sekolah Bahasa Inggris. Sekolah Melayu digratiskan untuk semua siswa oleh Inggris, dimana bahasa Inggris dijadikan bahasa utama dalam proses belajar mengajar. Sebagian besar sekolah Tionghoa dan Tamil mengajarkan dengan bahasa ibu masing-masing. Siswa dari sekolah Tionghoa sangat serius mengikuti perkembangan di Tiongkok, terutama saat kebangkitan nasionalisme Tiongkok.

Selama Perang Dunia II, banyak siswa di Singapura yang putus sekolah. Hal tersebut menyebabkan terjadinya backlog siswa setelah perang. Pada tahun 1947, program pendidikan sepuluh tahun dirumuskan. Antara tahun 1950 dan 1960-an, ketika ekonomi di Singapura mulai berkembang, Singapura mengadopsi sistem pendidikan yang menyediakan tenaga kerja terampil untuk program industrialisasi serta untuk menurunkan angka pengangguran. Kebijakan bilingualisme di sekolah secara resmi diperkenalkan pada tahun 1960, dimulai dengan menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara. Pendidikan untuk anak-anak dari semua ras dan latar belakang mulai terbentuk.

Pada tahun 1980-an, perekonomian Singapura mulai makmur, membuat fokus sistem pendidikan Singapura bergeser dari kuantitas menjadi kualitas. Diferensiasi bagi siswa dengan kemampuan akademik yang berbeda mulai dilaksanaan, seperti pembenahan pendidikan kejuruan dan pembentukan Institut Teknologi baru.

Pada tahun 1997, sistem pendidikan di Singapura mulai berubah menjadi “kemampuan yang digerakkan” setelah Perdana Menteri Goh Chok Tong merumuskan visi pendidikan sebagai tempat untuk mempelajari bangsa. Kebijakan ini lebih menekankan kepada pendidikan nasional, berpikir kreatif, pembelajaran kolaboratif, dan pembelajaran TIK. Sekolah menjadi lebih beragam dan diberi otonomi yang lebih bebas dalam menentukan kurikulum sendiri dan potensi akademik di daerahnya. Perbedaan antara berbagai aliran akademis mulai hilang. Kementerian Pendidikan secara resmi menyatakan bahwa “kesempurnaan” tidak hanya diukur dari segi akademik, sama seperti pegunungan “kesempurnaan” yang memiliki banyak puncak.

2. Jenjang Sekolah

Tahun ajaran dibagi menjadi dua semester. Semester pertama dimulai pada awal Januari dan berakhir pada bulan Mei, sedangkan semester kedua dimulai pada bulan Juli dan berakhir pada bulan November.

Tingkat / Kelas

Usia rata-rata

Prasekolah
Kelompok bermain 3-4
Taman kanak-kanak 4-6
Sekolah dasar
Dasar 1 6-7
Dasar 2 7-8
Dasar 3 8-9
Dasar 4 9-10
Dasar 5 10-11
Dasar 6 11-12
Sekolah menengah
Menengah 1 12-13
Menengah 2 13-14
Menengah 3 14-15
Menengah 4 15-16
Menengah 5 16-17
Pasca sekolah menengah
Perguruan tinggi atau universitas Bervariasi

3. Taman Kanak-Kanak di Singapura

Taman kanak-kanak di Singapura menyediakan pendidikan prasekolah hingga tiga tahun untuk anak-anak usia 3-6 tahun. Tiga tahun tersebut biasa disebut Nursery, Kindergarten 1(K1), dan Kindergarten 2 (K2).

Taman kanak-kanak menyediakan lingkungan bagi anak-anak yang membuat mereka belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain, dan mempersiapkan mereka untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan formal di sekolah dasar. Kegiatan meliputi belajar bahasa (tertulis dan lisan) dan angka, pengembangan keterampilan pribadi dan sosial, permainan, musik, dan permainan outdoor. Anak-anak belajar dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa ibu mereka (bahasa Mandarin, bahasa Melayu, atau bahasa Tamil). Banyak taman kanak-kanak swasta atau yang berbasis gereja tidak mengajarkan bahasa Melayu ataupun bahasa Tamil, sehingga murid non-Tionghoa mungkin juga akan belajar bahasa Mandarin di taman kanak-kanak tersebut. Para siswa belajar lima hari per minggu dengan waktu belajar selama 3 sampai 4 jam per hari.

Taman kanak-kanak dijalankan oleh sektor swasta, termasuk yayasan masyarakat, badan keagamaan, dan pebisnis. Ada lebih dari 200 taman kanak-kanak yang terdaftar di Departemen Pendidikan. Taman kanak-kanak juga dijalankan oleh pusat penitipan anak dan sekolah internasional.

Partai Aksi Rakyat, yang telah memerintah Singapura sejak tahun 1957, menjalankan 247 taman kanak-kanak melalui badan amalnya yang bernama PAP Community Foundation.

4. Pendidikan Dasar di Singapura

Pendidikan dasar biasanya dimulai pada usia tujuh tahun, terdiri dari tahap dasar empat tahun (dasar 1 sampai 4) dan tahap orientasi dua tahun (dasar 5 sampai 6). Pendidikan dasar wajib menurut Undang-Undang Wajib Belajar sejak tahun 2003. Pengecualian dibuat untuk siswa yang mengikuti homeschooling, anggota lembaga keagamaan penuh waktu, atau mereka yang memiliki kebutuhan khusus yang tidak dapat menghadiri sekolah formal. Namun, orangtua harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan sebelum pengecualian ini diberikan. Pendidikan dasar gratis untuk semua warga negara Singapura di sekolah-sekolah dibawah lingkup Departemen Pendidikan, meskipun ada biaya hingga SGD 13 per bulan per siswa untuk membantu menutupi biaya lain-lain.

Tahap dasar adalah tahap pertama dari sekolah dasar yang berlangsung selama empat tahun dari dasar 1 sampai 4. Siswa akan mempelajari dasar bahasa Inggris, bahasa ibu (termasuk bahasa Mandarin Standar, bahasa Melayu, bahasa Tamil, dan bahasa India Non-Tamil), matematika, dan ilmu pengetahuan. Mata pelajaran lainnya termasuk PKn, pendidikan moral,seni dan kerajinan, seni musik, pendidikan kesehatan, ilmu sosial, dan pendidikan jasmani yang diajarkan di seluruh dasar 1 sampai 6. Pelajaran sains diajarkan dari dasar 3 dan seterusnya.

Semua murid melangkah ke tahap orientasi setelah dasar 4, dimana mereka diajarkan sesuai kemampuan masing-masing. Sejak tahun 2008, siswa mengalir sesuai dengan subjek di bawah skema yang disebut “banding berbasis subjek”. Siswa mengambil pelajaran pada tingkat yang berbeda berdasarkan nilai mata pelajaran pada akhir dasar 4. Pelajaran bahasa ibu terdapat tingkat tinggi, tingkat standar, atau tingkat dasar. Sedangkan pelajaran sains dan matematika terdapat tingkat standar atau dasar.

Setelah enam tahun pendidikan dasar, siswa harus mengikuti Primary School Leaving Examination (PSLE). Setelah itu siswa akan memilih sekolah menengah sesuai dengan hasil PSLE, prestasi, dan minat. Sekolah menengah dapat memilih sejumlah siswa berdasarkan bakat khusus mereka sebelum para siswa mengikuti PSLE.

4.1. Program Pendidikan Berbakat

Program Pendidikan Berbakat (GEP) didirikan oleh Departemen Pendidikan pada tahun 1984 untuk memenuhi bakat intelektual siswa. Program ini bertujuan untuk mengembangkan anak-anak yang memiliki bakat potensial dan memberikan mereka penekanan khusus pada tingkat berpikir tinggi dan pemikiran kreatif. Saat ini ada 9 sekolah dasar yang menawarkan Program Pendidikan Berbakat. Program Pendidikan Berbakat untuk sekolah menengah diberhentikan pada akhir tahun 2008 karena siswa lebih memilih Program Terpadu.

Seleksi akan dilakukan di dasar 3. Siswa yang ditawarkan program ini akan diberikan pengayaan khusus untuk meningkatkan kemampuan mereka. Namun, siswa GEP tetap harus mengikuti PSLE seperti siswa lainnya.

5. Pendidikan Menengah di Singapura

Berdasarkan hasil PSLE, siswa akan ditempatkan di jalur pendidikan menengah yang berbeda yaitu “Khusus”, “Percepatan”, “Normal (Akademik)”, atau “Normal (Teknik)”. Orang Singapura dilarang mengunjungi sekolah internasional tanpa izim Departemen Pendidikan.

“Khusus” dan “Percepatan” adalah program empat tahun menjelang ujian Singapore-Cambridge GCE Tingkat “O”. “Normal” adalah program empat tahun yang mengarah ke ujian tingkat normal, dengan kemungkinan tahun kelima diikuti oleh ujian tingkat “O”.

Terjadi perdebatan yang masih berlangsung tentang efektivitas sistem streaming, salah satu alasan sistem tersebut harus dihapuskan karena terdapat efek psikologis yang merugikan.

Mata pelajaran yang dipelajaran di sekolah menengah adalah bahasa Inggris, bahasa ibu, matematika, sains, dan humaniora. Beberapa mata pelajaran baru seperti komputer dan studi teater dan drama sedang diperkenalkan.

Setelah menyelesaikan 4 atau 5 tahun pendidikan sekolah menengah, siswa akan berpartisipasi dalam ujian GCE tingkat “O” yang menentukan pra-universitas atau institusi pasca sekolah menengah yang dituju. Sistem penilaian berada pada rentang A1 (terbaik) sampai F9 (terburuk). Mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Inggris, humaniora, sains, dan matematika.

5.1. Kegiatan Ekstrakurikuler di Singapura

Kegiatan ekstrakurikuler wajib di tingkat dasar dan menengah, di mana semua murid harus berpartisipasi dalam setidaknya satu kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler yang tersedia berupa seni pertunjukan, kelompok tertentu, dan kelompok olahraga dan permainan. Jumlah sebenarnya berbeda di setiap sekolah. Siswa dapat memilih untuk mengikuti lebih dari 1 ekstrakurikuler.

Partisipasi dalam ekstrakurikuler dinilai bersama-sama dengan prestasi non akademik lainnya di sekolah pendidikan sekolah menengah dalam sistem penilaian yang dikenal sebagai LEAPS. Poin dihitung dari segi kepemimpinan, pengayaan, prestasi, dan partisipasi akan menentukan nilai ekstrakurikuler siswa. Siswa mungkin akan mendapatkan maksimum dua poin bonus untuk masuk ke perguruan tinggi bergantung pada nilai ekstrakurikulernya.

6. Pra-Universitas di Singapura

Pra-universitas dirancang untuk siswa yang lebih ingin mengejar gelar sarjana di universitas setelah dua sampai tiga tahun pendidikan di pra-universitas, dibandingkan berhenti setelah mengenyam pendidikan di politeknik. Terdapat 18 Junior College (JCs) dan Centralised Institute (CI) dengan National Junior College (1969) sebagai yang tertua. Kurikulum terdiri dari dua pelajaran wajib yaitu general paper dan salah satu dari bahasa ibu (Mandarin, Melayu, atau Tamil) dan maksimum empat pelajaran dari GCE tingkat “A”.

7. Diploma dan Pendidikan Kejuruan (Vokasi) di Singapura

7.1. Politeknik

Politeknik pertama di Singapura, Singapore Polytechnic, didirikan pada tahun 1954. Ngee Ann Polytechnic, mempunyai sejarah awal pada tahun 1963. Dua politeknik lainnya, Temasek Polytechnic dan Nanyang Polytechnic, didirikan pada tahun 1990-an. Yang terbaru, Republic Polytechnic didirikan pada tahun 2003.

Politeknik di Singapura menyediakan pendidikan diploma selama 3 tahun. Mereka menerima siswa berdasarkan hasil GCE tingkat “O”, GCE tingkat “A”, atau hasil pendidikan di Institute of Technical Education (ITE). Tidak seperti politeknik di beberapa negara lain, mereka tidak menawarkan program gelar.

Politeknik menawarkan berbagai macam pendidikan di berbagai bidang termasuk teknik, studi bisnis, akuntansi, pariwisata, manajemen perhotelan, komunikasi massa, media digital, dan bioteknologi. Ada juga program khusus seperti teknik kelautan, penelitian laut, keperawatan, dan optometri.

Lulusan politeknik dengan nilai yang baik dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih lanjut di universitas atau universitas luar negeri.

Politeknik juga telah bekerja sama dengan banyak universitas asing untuk memberikan kesempatan kepada lulusannya untuk mendapatkan gelar atau pendidikan tambahan.

7.2. Institute of Technical Education

Institute of Technical Education (ITE) menerima siswa berdasarkan hasil GCE tingkat “O” atau GCE tingkat “N” kemudian diberikan pendidikan selama dua tahun untuk mendapatkan “Sertifikat Nasional ITE” Terdapat empat sekolah ITE di Singapura. Beberapa lulusan ITE melanjutkan pendidikannya di politeknik dan universitas. Lulusan ITE terkadang dipandang kurang mampu dan mungkin kurang sukses dibandingkan Junior College.

8. Universitas di Singapura

Singapura memiliki enam universitas negeri yaitu National University of Singapore, Nanyang Technological University, Singapore Management University, Singapore University of Technology & Design, Singapore Institute of Technology, dan SIM University.

National University of Singapore dan Nanyang Technological University masing-masing memiliki lebih dari 30.000 mahasiswa dan menyediakan berbagai program gelar sarjana dan pascasarjana termasuk gelar doktor. Keduanya juga mendirikan universitas riset dengan ribuan staf peneliti dan mahasiswa pascasarjana. Pada tahun 2012, kedua universitas ini masuk ke daftar 50 universitas terbaik di dunia.

Singapore Management University (SMU) yang dibuka pada tahun 2000 adalah rumah bagi lebih dari 7.000 mahasiswa dan terdiri dari enam fakultas yang menawarkan program sarjana, pascasarjana, dan PhD di Manajemen Bisnis, Akuntansi, Ekonomi, Manajemen Sistem Informasi, Hukum, dan Ilmu Sosial. Universitas ini memiliki pusat penelitian, sejumlah lembaga unggulan, dan memberikan program-program untuk publik.

SIM University (UniSIM) adalah universitas swasta yang dibuka pada tahun 2005 dan hanya menerima mahasiswa paruh waktu dan menawarkan program gelar paruh waktu untuk orang dewasa yang sedang bekerja. Pada tahun 2012, pemerintah memberikan status negeri pada UniSIM dan berencana memperluas universitas dengan menawarkan program gelar penuh waktu.

Dua universitas lain yang juga disponsori pemerintah yaitu Singapore University of Technology and Design dan Singapore Institute of Technology. Banyak perguruan tinggi swasta yang ada, termasuk perguruan tinggi asing yang telah mendirikan kampus di Singapura seperti Chicago Business School dan Technische Universität München.

James Cook University Singapore, University of Adelaide, Southern Cross University, University of New Brunswick, Queen Margaret University, Temple University, The City University of New York, Baruch College, University of Nevada, Las Vegas, Aventis School of Management, Curtin University of Technology, dan University of Wales Institute, Cardiff telah membangun kampus di Singapura untuk memberikan kesempatan kepada siswa lokal dan asing (khususnya Asia) untuk mendapatkan pendidikan universitas Barat dengan biaya yang lebih sedikit.

Pemerintah telah berencana membangun universitas baru yang bernama Singapore University of Technology and Design (SUTD) untuk memenuhi meningkatnya permintaan pendidikan universitas. Pengerjaannya dimulai pada bulan April 2012. Kampusnya di Changi siap pada awal 2015.

Biaya kuliah rata-rata di universitas negeri Singapura sekitar S$ 15.000 – S$ 18.000 per tahun (tuition grant/penerima beasiswa); sedangkan S$ 24.000 – S$ 26.000 per tahun (non tuition grant). Penerima beasiswa harus bekerja magang di perusahaan Singapura selama kurang lebih tiga tahun tergantung dari kontrak kerjanya. Syarat minimal masuk ke universitas di Singapura adalah IELTS 6.0. Sedangkan untuk mendapatkan gelar master (PhD) di Singapura, persyaratan minumum adalah IELTS 6.5.

9. Sekolah Internasional dan Sekolah Swasta di Singapura

Karena banyak penduduk Singapura yang berasal dari luar negeri, Singapura menjadi pusat bagi banyak sekolah internasional. Sekolah internasional dan sekolah swasta di Singapura umumnya tidak mengijinkan siswa Singapura untuk mendaftar tanpa ijin dari Kementerian Pendidikan. Siswa dari sekolah internasional kebanyakan berasal dari Malaysia, India, Indonesia, Republik Rakyat Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, Filipina, Vietnam, Belanda, dan Inggris.

Namun, pada 29 April 2004 Kementerian Pendidikan mengijinkan tiga sekolah internasional untuk merekrut siswa Singapura tanpa perlu ijin dari pemerintah. Sekolah tersebut harus mengikuti kebijakan wajib yang ditetapkan oleh Kementerian seperti menyanyikan lagu kebangsaan Singapura dan melakukan upacara bendera setiap pagi. Biaya sekolah ini 15 sampai 20 persen lebih rendah dibandingkan dengan sekolah internasional lainnya.

Didirikan di bawah Undang-Undang Pendidikan Swasta, Dewan Pendidikan Swasta adalah lembaga yang mengatur sektor pendidikan swasta. Selain perannya sebagai regulator lembaga pendidikan swasta, Dewan juga memfasilitasi upaya pengembangan standar pendidikan swasta.

10. Singapura Sebagai “Global Schoolhouse”

Pendidikan selalu menjadi fokus utama Singapura sejak kemerdekaannya pada tahun 1965. Hal ini dikarenakan Singapura tidak memiliki sumber daya alam sehingga kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan dengan membangun ekonomi berbasis pengetahuan.

Dalam beberapa tahun terakhir, tujuan dari sektor pendidikan dan pendidikan tinggi tidak hanya sekedar membangun kemampuan tenaga kerja lokal, tetapi mulai dijadikan sebagai sumber pendapatan oleh pemerintah. Rencana pemerintah yang dimulai pada tahun 2002 adalah menjadikan Singapura sebagai “Global Schoolhouse” dengan menarik mahasiswa internasional. Saat ini, Singapura adalah negara tujuan yang populer bagi siswa internasional. Pada tahun 2002, sektor pendidikan menyumbang 3,6% dari perekonomian Singapura. Pemerintah menargetkan pertumbuhan sektor ini hingga mencapai 5% dari perekonomian Singapura dalam dekade berikutnya.

11. Kebijakan Pendidikan di Singapura

Sekolah di Singapura menerapkan sistem bilingual dimana bahasa Inggris adalah bahasa utama dan menjadi bahasa pengajaran di sekolah dan bahasa kedua adalah bahasa ibu (bahasa Mandarin, bahasa Melayu, atau bahasa Tamil). Orang India non-Tamil dapat mengambil bahasa Tamil atau bahasa lain yang tidak resmi seperti bahasa Bengal, bahasa Gujarat, bahasa Hindi, bahasa Punjab, atau bahasa Urdu. Namun, orang Tionghoa yang berlatarbelakang keluarga yang tidak berbahasa Mandarin harus belajar bahasa Mandarin. Siswa dengan latarbelakang orang Indonesia harus belajar bahasa Melayu.

Kebijakan pendidikan di Singapura dirancang untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang tidak sekolah karena latar belakang keuangan. Iuran di sekolah negeri telah disubsidi. Tidak ada iuran di sekolah dasar namun setiap siswa harus membayar maksimum $6,5 per bulan untuk biaya operasional sekolah. Pemerintah menyediakan beasiswa bagi siswa dengan pendapatan keluarga kurang dari SGD$2.500 per bulan.


Sumber:

Judul

Alamat

Education in Singapore http://en.wikipedia.org/wiki/Education_in_Singapore
Pendidikan di Singapura http://www.suneducationgroup.com/pendidikan-di-singapura.html
SISTEM PENDIDIKAN DI SINGAPURA http://www.ef.co.id/upa/destinations/singapore/education-system/
Sistem Pendidikan di Singapura http://www.wisatasingapura.web.id/2011/07/03/sistem-pendidikan-di-singapura/

Dengan bantuan terjemahan dari Google Translate


Anda bisa request artikel tentang apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.com

Kualitas pendidikan di Jepang memang tak perlu dipertanyakan lagi, jika melihat berhasilnya Jepang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalahkurikulum pendidikan di negara tersebut. Tak hanya di Indonesia yang gemar ganti kurikulum pendidikan, negara maju seperti Jepang pun kerap ganti kurikulum. Perubahan tersebut mau tidak mau membawa dampak perubahan permintaan kualifikasi dan kompetensi pendidik di Jepang.

Ciri-ciri pendidikan Jepang

  1. Perhatian pada pendidikan datang dari bermacam-macam pihak
  2. Sekolah Jepang tidak Mahal
  3. Di Jepang Tidak Ada Diskriminasi Terhadap Sekolah
  4. Kurikulum sekolah Jepang sangat berat
  5. Sekolah sebagai unit pendidikan
  6. Guru terjamin tidak akan kehilangan jabatan
  7. Guru jepang penuh dedikasi
  8. Guru jepang merasa wajib memberi pendidikan “orang seutuhnya”
  9. Guru Jepang bersikap adil.

Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh pendidik kepada terdidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju kepribadian yang lebih baik, yang pada hakikatnya mengarah pada pembentukan manusia yang ideal.[1] Manusia ideal adalah manusia yang sempurna akhlaqnya. Yang nampak dan sejalan dengan misi kerasulan Nabi Muhammad saw, yaitu menyempurnakan akhlaq yang mulia.

Agama islam adalah agama universal yang mengajarkan kepada umat manusia mengenai berbagai aspek kehidupan baik kehidupan yang sifatnya duniawi maupun yang sifatnya ukhrawi. Salah satu ajaran Islam adalah mewajibkan kepada umatnya untuk melaksanakan pendidikan, karena dengan pendidikan manusia dapat memperoleh bekal kehidupan yang baik dan terarah.[2]

Adapun yang dimaksud dengan pendidikan Islam sangat beragam, hal ini terlihat dari definisi pendidikan Islam yang dikemukakan oleh beberapa tokoh pendidikan berikut ini:

Prof.Dr. Omar Mohammad At-Toumi Asy-Syaibany mendefinisikan pendidikan islam sebagai proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi, masyarakat, dan alam sekitarnya, dengan cara pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai profesi di antara profesi-profesi asasi dalam masyarakat. (Asy-Syaibany, 1979: 399)

Pengertian tersebut memfokuskan perubahan tingkah laku manusia yang konotasinya pada pendidikan etika. Selain itu, pengertian tersebut menekankan pada aspek-aspek produktivitas dan kreatifitas manusia dalam peran dan profesinya dalam kehidupan masyarakat dan alam semesta.

Dr. Muhammad SA Ibrahimy (Bangladesh) mengemukakan pengertian pendidikan islam sebagi berikut;

Islamic education in true sense of the term, is a system of education which enables a man to lead his life according to the islamic ideology, so that he may easily mould his life in according with tenent of islam.

Pendidikan dalam pandangan yang sebenarnya adalah suatu sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan cita-cita islam, sehingga dengan mudah ia dapat membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran islam.

Pengertian itu mengacu pada perkembangan kehidupan manusia masa depan tanpa menghilangkan prinsip-prinsip islami yang diamanahkan oleh Allah kepada manusia, sehingga manusia mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya seiring dengan perkembangan iptek.

Dr. Muhammad Fadhil Al-Jamali memberikan pengertian pendidikan islam sebagai upaya mengembangkan, mendorong, serta mengajak manusia untk lebih maju dengan berlandaskan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia, sehingga terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik yang berkaitan dengan akal, perasaan, maupun perbuatan.

Definisi tersebut memiliki tiga prinsip pendidikan islam sebagai berikut:

a. pendidikan merupakan proses perbantuan pencapaian tingkat keimanan dan berilmu (   QS. Al-Mujadilah 58:11)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

 

  1. Sebagai model, maka Rasulullah saw sebagai uswatun hasanah (QS. Al-Ahzab 33:21) yang dijamin Allah memiliki akhlaq mulia (QS. Al-Qalam 68:4)

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab 33:21)

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam 68:4)

  1. Pada manusia terdapat potensi baik dan buruk (QS. Asy-Syam 91:7-8), potensi negatif seperti lemah (QS. An-Nisa’ 4: 28), tergesa-gesa (QS. Al-Anbiya 21: 37), berkeluh kesah (QS. Al-Maarij 70: 19), dan ruh Allah yang ditiupkan kepadanya pada saat penyempurnaan penciptaannya (QS. At-Tin 95: 4). Oleh karena itu pendidikan ditujukan sebagai pembangkit potensi baik yang ada pada anak didik dan mengurangi potensinya yang jelek. [3]

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَافَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.”(QS. Asy-Syam 91:7-8)

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الإنْسَانُ ضَعِيفًا

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.”(QS. An-Nisa’ 4: 28)

خُلِقَ الإنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلا تَسْتَعْجِلُونِ

“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab) -Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.”(QS. Al-Anbiya 21: 37)

إِنَّ الإنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”(QS. Al-Maarij 70: 19)

لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”(QS. At-Tin 95: 4)


[1] Abudinnata, Filsafat Pendidikan Islam, hal. 101

[2]Zuhairini, Filsafat Pendidikan Islam, hal. 98

[3]Bukhari Umar. Ilmu Pendidikan Islam, hal. 26

Pengertian Pendidikan Islam Menurut Para Pakar, sebagai berikut :
Pengertian Pendidikan Islam Menurut Prof Omar Mohammad adalah proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi, alam sekitar dan masyarakatnya, dengan cara pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai profesi diantara profesi-profesi asasi dalam masyarakat.

Menurut Muhammad S A Ibrahimy, Pengertian Pendidikan Islam ialah suatu sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan cita-cita islam, sehingga dengan mudah seseorang dapat membentuk hidupnya seiring dengan perkembangan iptek.

Muhammad Fadhil Al-Jamali menngemukakan Pengertian Pendidikan Islam merupakan upaya mengembangkan, mendorong serta mengajak seseorang lebih maju dengan berlandaskan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia, agar terbentuk suatu pribadi yang lebih sempurna, baik itu yang berkaitan dengan perbuatan, akal maupun perasaan.

Dari pengertian pendidikan islam yang diungkapkan para pakar di atas,dapat disimpuLkan bahwa Pengertian Pendidikan islam adalah suatu proses untuk mengubah tingkah laku individu dalam kehidupannya berdasarkan pada syariat islam.
Pada seminar pendidikan islam seluruh Indonesia tahun 1960 dikemukakanPengertian Pendidikan islam yaitu bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran islam dengan hikmah, mengarahkan, mengajarka, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya semua ajaran islam. Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa di dalam proses pendidikan islam terdapat usaha mempengaruhi jiwa anak didik melalui suatu proses yang setingkat demi setingkat akan menuju pada tujuan yang telah ditetapkan, yaitu menanamkan akhlak dan takwa serta menegakkan kebenaran sehingga terbentuklah manusia yang berkepribadian dan bebudi luhur dengan ajaran islam.
Demikianlah pembahasan mengenai pengertian pendidikan islam menurut para pakar, semoga tulisan saya mengenai pengertian pendidikan islam menurut para pakar dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Pendidikan Islam Menurut Para Pakar :

oki1   oki4HIJAB….
-Luruskan niat karena ALLAH
-Tambah ilmu dan kuatkan tekad
-Mulai dari dirimu dan dari sekarang

Selamat Meraih Syurga… ^^

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.”
(Qs. Al-Buruj [85]:11)

oki2oki3

tdk4

Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya.Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung.Seorang pendidik, baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan putra-putri islam.Tentang perkara ini, Allah azza wa jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”Untuk itu -tidak bisa tidak-, seorang guru atau orang tua harus tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beberapa tuntunan tersebut antara lain:

· Menanamkan Tauhid dan Aqidah yang Benar kepada Anak

Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki” (An- Nisa: 48)

Oleh karena itu, di dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satunya berbunyi,

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.(Luqman: 13)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan contoh penanaman aqidah yang kokoh ini ketika beliau mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Ibnu Abbas bercerita,“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran”.Perkara-perkara yang diajarkan oleh Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas di atas adalah perkara tauhid.Termasuk aqidah yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini adalah tentang di mana Allah berada. Ini sangat penting, karena banyak kaum muslimin yang salah dalam perkara ini. Sebagian mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah ada di hati kita, dan beragam pendapat lainnya. Padahal dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah itu berada di atas arsy, yaitu di atas langit. Dalilnya antara lain,

“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)

Makna istiwa adalah tinggi dan meninggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.

Adapun dari hadits,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”. Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”. Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”. (HR. Muslim dan Abu Daud).

tdk6 tdk3 tdk2

· Mengajari Anak untuk Melaksanakan IbadahHendaknya sejak kecil putra-putri kita diajarkan bagaimana beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari tata cara bersuci, shalat, puasa serta beragam ibadah lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari).

“Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani).Bila mereka telah bisa menjaga ketertiban dalam shalat, maka ajak pula mereka untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Dengan melatih mereka dari dini, insya Allah ketika dewasa, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.

· Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringan kepada Anak-anakDimulai dengan surat Al-Fathihah dan surat-surat yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Dan menyediakan guru khusus bagi mereka yang mengajari tajwid, menghapal Al-Quran serta hadits. Begitu pula dengan doa dan dzikir sehari-hari. Hendaknya mereka mulai menghapalkannya, seperti doa ketika makan, keluar masuk WC dan lain-lain.

· Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang MuliaAjarilah anak dengan berbagai adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll.Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.

· Melarang Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan

Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau bahkan diharamkan, seperti merokok, judi, minum khamr, mencuri, mengambil hak orang lain, zhalim, durhaka kepada orang tua dan segenap perbuatan haram lainnya.Termasuk ke dalam permasalahan ini adalah musik dan gambar makhluk bernyawa. Banyak orangtua dan guru yang tidak mengetahui keharaman dua perkara ini, sehingga mereka membiarkan anak-anak bermain-main dengannya. Bahkan lebih dari itu –kita berlindung kepada Allah-, sebagian mereka menjadikan dua perkara ini sebagai metode pembelajaran bagi anak, dan memuji-mujinya sebagai cara belajar yang baik!Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda tentang musik,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ اَلْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh akan ada dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr dan al-ma’azif (alat-alat musik)”. (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Abu Daud).Maknanya: Akan datang dari muslimin kaum-kaum yang meyakini bahwa perzinahan, mengenakan sutra asli (bagi laki-laki, pent.), minum khamar dan musik sebagai perkara yang halal, padahal perkara tersebut adalah haram.Dan al-ma’azif adalah setiap alat yang bernada dan bersuara teratur seperti kecapi, seruling, drum, gendang, rebana dan yang lainnya. Bahkan lonceng juga, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Lonceng itu serulingnya syaithan”. (HR. Muslim).Adapun tentang gambar, guru terbaik umat ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah bersabda,

كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ

“Seluruh tukang gambar (mahluk hidup) di neraka, maka kelak Allah akan jadikan pada setiap gambar-gambarnya menjadi hidup, kemudian gambar-gambar itu akan mengadzab dia di neraka jahannam”(HR. Muslim).

إِنِّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَاباً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَلْمُصَوِّرُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu hendaknya kita melarang anak-anak kita dari menggambar mahkluk hidup. Adapun gambar pemandangan, mobil, pesawat dan yang semacamnya maka ini tidaklah mengapa selama tidak ada gambar makhluk hidupnya.

· Menanamkan Cinta Jihad serta Keberanian

Bacakanlah kepada mereka kisah-kisah keberanian Nabi dan para sahabatnya dalam peperangan untuk menegakkan Islam agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri.Tanamkan pula kepada mereka kebencian kepada orang-orang kafir. Tanamkan bahwa kaum muslimin akan membebaskan Al-Quds ketika mereka mau kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah. Mereka akan ditolong dengan seizin Allah.Didiklah mereka agar berani beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.

· Membiasakan Anak dengan Pakaian yang Syar’iHendaknya anak-anak dibiasakan menggunakan pakaian sesuai dengan jenis kelaminnya. Anak laki-laki menggunakan pakaian laki-laki dan anak perempuan menggunakan pakaian perempuan. Jauhkan anak-anak dari model-model pakaian barat yang tidak syar’i, bahkan ketat dan menunjukkan aurat.Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang meniru sebuah kaum, maka dia termasuk mereka.” (Shahih, HR. Abu Daud)Untuk anak-anak perempuan, biasakanlah agar mereka mengenakan kerudung penutup kepala sehingga ketika dewasa mereka akan mudah untuk mengenakan jilbab yang syar’i.Demikianlah beberapa tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidik anak. Hendaknya para orang tua dan pendidik bisa merealisasikannya dalam pendidikan mereka terhadap anak-anak. Dan hendaknya pula mereka ingat, untuk selalu bersabar, menasehati putra-putri Islam dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan membentak atau mencela mereka, apalagi sampai mengumbar-umbar kesalahan mereka.Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi orangtua dan para pendidik. Wallahu a’lam bishsawab.

)* Diringkas oleh Abu Umar Al-Bankawy dari kitab Kaifa Nurabbi Auladana karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu dan hadits-hadits tentang hukum gambar ditambahkan dari Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah karya Syaikh Muqbil bin Hadi.

Sumber : http://anakmuslim.wordpress.com/pendidikan-anak-dalam-islam/

oic

Persidangan Antarabangsa mengenai Pendidikan Islam di Dunia Berubah: Peluang dan Cabaran (PENGAJIAN ISSALAMIC DI DUNIA A PERUBAHAN: CABARAN DAN PELUANG).

Pada 14 Januari 2556 di auditorium Imam al v bermakna. Bangunan Antarabangsa Sains Islam. Kolej Pengajian Islam. Prince of Songkla University. New Brunswick kampus bilik dan kemudian daerah Muang di Pattani. Encik Jenayah saya mengekalkan Menteri yang luas. Mempengerusikan majlis perasmian seminar pendidikan Islam antarabangsa dalam dunia yang berubah-ubah: peluang dan cabaran (PENGAJIAN ISSALAMIC DI DUNIA A PERUBAHAN: CABARAN DAN PELUANG), yang diadakan 14 – 16 Januari 2556 oleh seminar itu. masa ini Selaras dengan terma Pengisytiharan Pattani. Ulama dalam pengajian Islam dari pelbagai negara telah bersetuju untuk menghadiri Pattani setiap dua tahun oleh ulama Islam dari 35 buah negara dan antarabangsa ulama Islam di seluruh dunia, 700 orang menghadiri seminar ini.

Seminar Pendidikan Islam antarabangsa dalam dunia yang berubah-ubah: peluang dan cabaran (PENGAJIAN ISSALAMIC DI DUNIA A PERUBAHAN: CABARAN DAN PELUANG) Ini adalah kesinambungan daripada Persidangan Antarabangsa pada tahun 2553 satu dimensi baru kepada Pengajian Islam. di Thailand. Pengetahuan dan pengalaman untuk mendapatkan idea-idea dari ulama antarabangsa dalam Pengajian Islam dan ulama Islam dari 35 buah negara di seluruh dunia. Untuk membimbing pembangunan pendidikan Islam di Thailand. Salah satu strategi yang penting adalah untuk mencari rakan kongsi akademik untuk membangunkan mampan Islam di Thailand. Kajian kurikulum Islam untuk mengukuhkan penyelarasan dengan antarabangsa. Keperluan untuk kerjasama dan pakatan universiti teknikal di seluruh dunia. Pengajaran di Institut Pengajian Islam, terutamanya popular dengan pelajar-pelajar Thailand untuk belajar, seperti Al Azhar University, Melbourne. Mesir, Sudan African International University dan Universiti pengimport Voigt. Universiti Jordan sebagai dikurniakan dengan mereka. Konsep pengajaran pengajian Islam untuk melihat garis pusat. Dan ia adalah selaras dengan konsep bahawa dalam konteks Islam.

Bagi persidangan dalam 2556 termasuk pembentangan artikel dari Jabatan Hal Ehwal Luar dan akademik Thailand, kritikan dan cadangan daripada pakar-pakar dalam pengajian Islam di Afrika, Eropah, Amerika dan Asia, Persidangan Meja Bulat oleh Presiden Universiti. dan Institut Pengajian Islam, pengisytiharan dan perjanjian menyimpulkan oleh peserta. Dan pelajar untuk melawat dan mengkaji keadaan hidup umat Islam di utara. Hasil seminar ini. Ini akan meningkatkan pendidikan Kolej Pengajian Islam. Prince of Songkla University. Kampus. Untuk menjadi antarabangsa. Selaras dengan dasar kerajaan untuk membuat Thailand hab bagi Hab Pendidikan Asia atau Asean, serta pembangunan belia Islam dan keamanan sosial. Dan perdamaian yang berkekalan di wilayah pada masa depan. Di samping itu, ahli falsafah Islam dan ulama Islam dan Pengajian Antarabangsa di seluruh dunia. Seminar tersebut juga merupakan satu peluang untuk pemimpin-pemimpin agama. Dan guru-guru sekolah-sekolah agama Islam di negara ini untuk menghadiri seminar ini. Dalam usaha untuk menyampaikan kepada orang muda pengetahuan tahu organisasi dan konsep ulama Islam dari seluruh dunia.

Encik Jenayah saya mengekalkan Menteri yang luas. Mempengerusikan majlis itu, berkata bahawa tujuan kerajaan Thailand. Membuat pengajian Islam disiplin yang mengintegrasikan dan hubungan dengan bidang-bidang lain.Untuk menggunakan yang baik di masa depan. Ia juga telah cemerlang dalam pelbagai bidang sains. Islam dan kemahiran dalam bidang-bidang lain. Sementara itu, dalam usaha untuk menjadi seorang ulama Islam dan kualiti. Kolej Pengajian Islam. Ia menawarkan dua program ijazah. Dalam bidang sains politik, undang-undang, ekonomi dan pengurusan. Iaitu apa yang kita mahu pada masa hadapan. Integrasi dengan kurikulum Jabatan Pengajian Islam Sains Makanan industri makanan halal. Kejururawatan dan lain-lain Kolej Pengajian Islam adalah untuk menyediakan pelajar untuk menjalankan amalan sebagai seorang anggota ASEAN pada masa depan. Untuk layak. Kemahiran dalam bahasa dan dialek seperti bahasa Inggeris, Arab, Thailand dan Malaysia dalam tempoh tiga tahun yang lalu, kolej telah menghantar pelajar untuk kajian Negara Islam. Arab negeri dan keupayaan bahasa asing. Di samping itu, kerajaan juga perlu kepada PSU. Kampus. Sebuah pusat kecemerlangan untuk Bahasa Arab. Dengan penubuhan bahasa Arab melalui program pertukaran dengan universiti luar negara dan untuk memindahkan ia.

Sistem pendidikan di Thailand tidak beda dengan sistem pendidikan di Indonesia. Dari paparan tulisan ini adalah hasil dari interviu penulis dengan guru-guru di Thailand selama penulis di Bangkok maupun penulis lakukan dalam video calling dengan guru yang ada di Thailand. Untuk memnambah lengkapnya paparan tulisan ini penulis mengambil juga berbagai sumber dari buku maupun internet.

Sistem pendidikan di Thailand terbagi menjadi 3, yaitu : pendidikan formal, pendidikan non-formal dan pendidikan informal.Untuk sistem pendidikan formal terdiri dari pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. sedangkan sistem pendidikan non-formal terdiri dari : program sertifikat kejuruan, program short course sekolah kejuruan dan interest group program.

Wajib belajar di Thailand lebih menekankan   wajib belajar 12 tahun artinya bahwa usia sekolah menjadi perhatian bagi pemerintah Thailand, dengan rincian grade sebagai berikut :

  • Pendidikan play group dan TK usia 3-6 tahun
  • Pendidikan Sekolah dasar (selama 6 tahun), grade 1-6
  • Pendidikan Sekolah Menengah (selama 3 tahun), grade 7-9
  • Pendidikan Sekolah Menengah atas (selama 3 tahun), grade 10-12

Untuk grade 7-12 dalam satu komponen  sekolahan, mereka tak harus mendaftar lagi , sudah otomatis melanjutkan di sekolah itu.

Ujian Nasional (UN) di Thailand dikoordinasikan oleh Bureu of Education Testing Office dari Komisi Pendidikan Dasar yang memakai Sistem Ordinary National Education Test (O-net). UN di wajibkan untuk grade 3, 6, 9 dan 12. Ada 8 mata pelajaran yang di-UN kan  yaitu :

  1. Bahasa Thai
  2. Matematika
  3. Science
  4. Ilmu sosial
  5. Agama dan Kebudayaan
  6. Bahasa asing
  7. Health dan Physical Education
  8. Art, Career dan Technology

Sedangkan siswa dari grade 1,2,4,5,7,8,10 dan 11, mengikuti ujian kelas dari sekolah masing-masing yang mengacu dari Office of Academic affair , Kementrian Pendidikan Thailand, secara serentak.

Lima kunci sukses pendidikan di Thailand, yaitu selalu mendasarkan pada sains dan teknologi; sehingga semua produk yang dihasilkan berdasarkan pada penelitian atau riset. Hasilnya, kalau menghasilkan produk pertanian benar-benar unggul, maka tidak mengherankan kalau ada jambu atau ayam Bangkok, artinya produk yang dihasilkan benar-benar bermutu.

Keberhasilan yang dicapai juga karena profit, artinya setiap kegiatan harus memberikan keuntungan, sehingga banyak prostitusi yang dikemas dalam industri pariwisata. “Ini yang tidak perlu ditiru oleh Bangsa Indonesia, karena untuk mendapatkan pendapatan atau profit/keuntungan yang besar menghalalkan segala cara,”. Karena sebagian besar daerah di Thailand banyak mengembangkan Industri pariwisata. Penduduk di Bangkok saja lebih sedikit dari wisatawan yang ada di kota tersebut. Dengan cara inilah pendapatan negara tersebut selalu surplus.

Kunci yang mendukung pendidikan yang lain value dan menjaga nilai-nilai budaya, sehingga Thailand menjadi negara bersih, tertib hukum dan disiplin, serta selalu berpegang pada ideologi yang ada dan tumbuh di Thailand. Raja sebagai wakil Tuhan, sehingga kedudukannya kuat dan ada di hati rakyatnya, dan inilah yang dapat menghidupkan living values bisa tumbuh subur di kalangan siswa sekolah di Thailand, yang menjadikan hidup itu menjadi lebih hidup. Sedangkan semua urusan politik diserahkan kepada perdana menteri.

Sistem Pendidkan  suatu negara bisa maju dan berkualitas namun membutuhkan proses yang sangat panjang.dan lama terutama dalam mendisiplinkan guru dan siswanya, pasalnya guru guru di Thailand benar-benar menfokuskan kerjanya ke satu tugas penuh waktu. Dalam masalah pendidikan di Thailand guru yang dipanggil “Kunkru” merupakan penentu keberhasilan pendidikan, yang tidak berbeda dengan Indonesia.

Semangat guru dengan penuh pengabdian sangat diperlukan bagi kita untuk bersama sama terutama dalam menghidupkan nilai-nilai hidup, sehingga hidup ini lebih bermakna. Bravo guru Indonesia, mari bercermin dengan negara lain untuk meningkat living values  education kita

mlyu

Bangsa Melayu adalah kaum yg istimewa. Bukan la admin katakan Melayu itu kaum terbaik atau kaum yg terpilih tapi maksud admin bangsa Melayu itu dilimpahi rahmat dan Tanah Melayu dan nusantara itu sendiri adalah tanah yg kaya dgn rahmat.

Tiada negara atau bangsa didunia ini yg meletakan agama untuk bangsanya ialah Islam selain dari bangsa Melayu di tanah ini.
Jelas dalam perlembagaan di Malaysiaterutamanya bahawa ciri-ciri bangsa Melayu itu beragama Islam.

Ada juga yg mengatakan bahawa Islam lebih penting dari Melayu. Betul, Admin tak nafikan kepentingan Islam sebagai agama tapi Melayu itu ialah jati diri bangsa. Malah amalan hidup dan akhlak seorang Melayu itu sediri adalah berlandaskan ciri-ciri agama Islam.

Jadi kita harus sedar bahawa ini adalah tanggungjawab setiap anak2 Melayu untuk melindungi warisan bumi bertuah ini.

Jika kita perhatikan bahawa sudah banyak gerakan dari anasir2 luar sedang berusaha untuk memecah belahkan umat Melayu di tanah ini kerana mereka tahu jika Melayu dapat dipecah belahkan maka mudahlah bagi mereka untuk menguasai kita.

2013-02-12 10.57.39 2013-02-12 10.58.15-1